Telusuri Sepuluh Contoh Gurindam Terbaik dan Populer di Indonesia

Gurindam adalah bentuk puisi tradisional Indonesia yang terdiri dari sepasang bait. Karya sastra ini terkenal dengan pesan moral yang disampaikan melalui penggunaan bahasa metaforis dan perumpamaan. Gurindam menjadi sebuah contoh kekayaan budaya Indonesia yang tak ternilai harganya.

Pada artikel ini, kami akan mempresentasikan Sepuluh Contoh Gurindam terbaik dan populer di Indonesia untuk memberikan gambaran tentang keindahan puisi tradisional Indonesia.

Key Takeaways

  • Gurindam adalah bentuk puisi tradisional Indonesia yang terdiri dari sepasang bait.
  • Gurindam memiliki pesan moral yang diungkapkan melalui bahasa metaforis dan perumpamaan.
  • Artikel ini akan membahas Sepuluh Contoh Gurindam terbaik dan populer di Indonesia.

Pengertian Gurindam dan Keistimewaannya

Gurindam adalah salah satu jenis puisi lama yang berasal dari tradisi sastra Melayu. Gurindam biasanya terdiri dari dua bait, dan setiap bait terdiri dari empat baris dengan pola a-b-a-b. Dalam gurindam, kata-kata yang digunakan diatur dengan baik dan terkadang mengandung nilai moral yang dapat dijadikan pedoman hidup sehari-hari.

Keistimewaan gurindam terletak pada strukturnya yang sederhana namun sarat makna. Bahasa yang digunakan dalam gurindam mudah dipahami, namun mampu menyampaikan pesan moral yang dalam. Pola yang teratur dalam gurindam membuatnya enak didengar dan mudah dihafal, sehingga sering digunakan sebagai alat untuk mengajarkan nilai-nilai moral kepada masyarakat.

Gurindam memiliki tema yang beragam, dari kehidupan sehari-hari hingga kehidupan batin seseorang. Pada umumnya, tema gurindam terkait dengan etika, moral, dan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat.

Pola Gurindam

Gurindam umumnya memiliki pola bait a-b-a-b, dengan setiap baris terdiri dari empat hingga enam suku kata. Pada bait pertama, biasanya diawali dengan pantun, sedangkan pada bait kedua biasanya diakhiri dengan nasihat atau ajaran moral.

Bait PertamaBait Kedua
Bermadah-madah lidah orangBerkata-kata harus berbudi
Agar tidak mengaibkan diri sendiriGuna tidak mendatangkan dosa
Hendaknya duduk merenungPikirkanlah sebelum berkata-kata
Baru berbicara sesudah berfikirDan jangan sampai terlambat

Dalam gurindam, biasanya terdapat kalimat-kalimat yang singkat namun mengandung makna yang dalam. Pola rima a-b-a-b dalam gurindam menambah rasa indah dan enak didengar.

Meskipun gurindam berasal dari tradisi Melayu, namun gurindam juga dikenal di beberapa negara seperti Indonesia, Malaysia, Brunei, dan Singapura. Karya-karya gurindam yang masyhur antara lain Gurindam Dua Belas, Gurindam Tiga Belas, dan Gurindam Amanat Hati. Karya-karya tersebut menjadi simbol kesusastraan Melayu dan mempertahankan kekayaan bahasa Melayu.

Ciri-ciri Gurindam yang Membuatnya Menarik

Gurindam memiliki beberapa ciri-ciri yang membuatnya menarik. Berikut adalah beberapa di antaranya:

Ciri-ciri GurindamKeterangan
Mengandung ungkapan-ungkapan bijakGurindam sering kali mengandung ungkapan-ungkapan bijak yang dapat menjadi pedoman hidup bagi pembaca atau pendengarnya.
Menggunakan bahasa yang indahBahasa yang digunakan dalam gurindam sangat indah dan mengalun sehingga membuatnya enak didengar atau dibaca.
Mengandung moral yang tinggiGurindam selalu mengandung pesan moral yang tinggi, yang dapat meningkatkan kesadaran moral pembaca atau pendengarnya.
Memiliki struktur yang teraturGurindam memiliki struktur yang teratur, sehingga mudah dipahami dan diingat oleh pembaca atau pendengarnya.
Memiliki irama yang khasGurindam memiliki irama yang khas dan mengalun, sehingga membuatnya enak didengar atau dibaca.

Itulah beberapa ciri-ciri gurindam yang membuatnya menarik dan unik. Selain ciri-ciri di atas, gurindam juga sering kali menggunakan metafora dan peribahasa dalam penyampaiannya.

Makna dan Filosofi di Balik Gurindam

Gurindam adalah sebuah bentuk puisi kuno yang kerap dipakai sebagai sarana untuk menyampaikan pesan moral dan nilai-nilai etika. Oleh karena itu, tak heran jika terdapat makna dan filosofi yang mendalam dalam setiap gurindam.

Setiap gurindam memiliki pesan moral yang dapat dipetik. Misalnya saja, dalam gurindam “Hidup Sekedarnya”, terdapat pesan penting tentang kebijaksanaan dalam berpikir dan bersikap. Gurindam ini mengingatkan kita bahwa kehidupan yang terlalu mewah dan penuh dengan hura-hura tidak selalu membawa kebahagiaan.

Gurindam yang baik dapat memberikan pengaruh positif kepada pembaca atau pendengarnya. Melalui gurindam, orang dapat memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang moralitas, etika, dan nilai-nilai kemanusiaan.

Makna gurindam tidak hanya terkait dengan pesan moral yang terkandung di dalamnya. Makna gurindam juga dapat terkait dengan latar belakang sejarah dan budaya dari pengarangnya. Sebagai contohnya, gurindam “Ajaran Indah” karya Raja Ali Haji menggambarkan keindahan dan kebijaksanaan agama Islam, serta mendorong masyarakat untuk hidup secara harmonis dan damai.

Keindahan Sastra di Balik Gurindam

Gurindam tidak hanya memiliki makna dan pesan moral yang mendalam, tetapi juga keindahan sastra yang khas. Rima dan irama yang terdapat pada gurindam mampu menciptakan nada yang menyentuh hati dan dapat menggugah perasaan pembaca atau pendengarnya.

Dalam membuat gurindam, pengarang harus memperhatikan masalah teknis seperti pemilihan kata, larik, dan irama. Di sinilah keahlian seorang penyair dalam mengolah bahasa menjadi sebuah karya seni digunakan. Salah satu contoh gurindam yang memperlihatkan keindahan sastra adalah “Gurindam 12” karya Raja Ali Haji. Gurindam ini disusun dengan irama yang khas dan pesan yang sangat inspiratif.

Selain itu, hampir semua gurindam menggunakan metafora dan perumpamaan yang kuat. Metafora dan perumpamaan tersebut dapat membuat pesan moral dalam gurindam menjadi lebih mudah dipahami dan dibawa masuk oleh pembaca atau pendengarnya.

Nilai-nilai Kebajikan dalam Gurindam

Gurindam juga merupakan sebuah bentuk sastra yang penuh dengan nilai-nilai kebajikan. Di dalamnya terdapat pesan moral dan etika yang dapat dijadikan pijakan bagi kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh, gurindam “Menjaga Maruah Diri” mengajarkan pentingnya menjaga martabat diri dan mencerminkan kepribadian yang baik. Gurindam ini memberikan inspirasi bagi pembaca atau pendengarnya untuk menciptakan kebaikan dalam diri sendiri.

Karenanya, pengajaran dari gurindam tidak hanya terkait dengan sejarah atau kebudayaan lokal, tetapi juga tentang nilai-nilai universal yang berlaku di seluruh dunia. Gurindam mampu membangkitkan kesadaran manusia dalam menjalankan hidupnya dengan penuh kebajikan dan moralitas.

Sepuluh Contoh Gurindam Terbaik di Indonesia

Berikut adalah Sepuluh Contoh Gurindam terbaik dan populer di Indonesia:

GurindamTerjemahan
Adat bertamu pahlawan bertempur
Adat menantu, mertua bertemu
Adat menghormat, tamu bertemu
Adat berlaku, hati bertemu
Tradisi mengunjungi, pahlawan berjuang
Tradisi menantu, mertua bertemu
Tradisi menghormati, tamu bertemu
Tradisi berlaku, hati bertemu
Matahari naik di timur, tenggelam di barat
Saingan sejati berada di dalam hati
Siapa menolak akan ditimpa bencana
Siapa mengarahkan, akan selamat menuju cahaya
Matahari terbit di timur, tenggelam di barat
Saingan sejati ada di dalam hati
Siapa menolak akan ditimpa bencana
Siapa mengarahkan, akan selamat menuju cahaya
Untaian mutiara dari timur khatulistiwa
Sebaris syair indah, mengapung di awan biru
Sebutir mutiara, bila jatuh ke tanah
Sejuta jiwa, terpikat pada keindahan
Kumpulan permata dari timur khatulistiwa
Baris sajak indah, melayang di langit biru
Sebutir mutiara, bila jatuh ke tanah
Sejuta jiwa, terpikat pada keindahan
Kepala dipikirkan, hati pun berkata
Hati dipikirkan, akhirnya terucap kata
Budi dikenal dari ucapan, tata krama dari perilaku
Terpuji budi, terpuji tata krama
Kepala dipikirkan, hati pun berkata
Hati dipikirkan, akhirnya terucap kata
Budi dikenal dari ucapan, tata krama dari perilaku
Terpuji budi, terpuji tata krama
Rawa-rawa kering, ikan tersingkir
Di lautan luas, ikan berenang bebas
Demikian manusia, jika keluar dari adat sopan santun
Akan tersingkir dari pergaulan, dianggap bukan siapa-siapa
Rawa-rawa kering, ikan tersingkir
Di lautan luas, ikan berenang bebas
Demikian manusia, jika keluar dari adat sopan santun
Akan tersingkir dari pergaulan, dianggap bukan siapa-siapa
Minum air di atas tempayan, hendaklah menarik nafas dulu
Bertutur kata dengan orang, hendaklah memikir dahulu
Banyak bicara, banyak salah
Banyak diam, banyak menghindar dari celaan
Minum air di atas tempayan, hendaklah menarik nafas terlebih dahulu
Bertutur kata dengan orang, hendaklah memikir terlebih dahulu
Banyak bicara, banyak salah
Banyak diam, banyak menghindar dari celaan
Banyak nanam, sedikit tuaiannya
Sedikit memberi, banyak permintaannya
Banyak berbicara, sedikit dipercayai
Banyak berpura-pura, sedikit dipuji
Banyak menanam, sedikit memanen
Sedikit memberi, banyak meminta
Banyak berbicara, sedikit dipercayai
Banyak berpura-pura, sedikit dipuji
Siapa menanam benih yang baik
Akan memetik hasil yang baik
Demikianlah budi, demikianlah perbuatan
Hasilnya menentukan baik atau buruknya niat
Siapa menanam benih yang baik
Akan memetik hasil yang baik
Demikianlah budi, demikianlah perbuatan
Hasilnya menentukan baik atau buruknya niat
Siapa tidak dapat menahan pandang
Akan sulit menahan ragu dan enggan
Siapa tidak dapat menahan mulut
Akan sulit menepati janji dan amanat
Siapa tidak dapat menahan pandang
Akan sulit menahan keragu-raguan dan ketidakberanian
Siapa tidak dapat menahan mulut
Akan sulit menepati janji dan amanat
Kawan baik seperti kuningan
Sedangkan teman yang tidak baik seperti rintingan
Hebat sanggup membakar hati dan budi
Lemah hanya mampu menghangatkan diri sendiri
Kawan baik seperti kuningan
Sedangkan teman yang tidak baik seperti barit
Hebat mampu membakar hati dan budi
Lemah hanya cukup menghangatkan dirinya sendiri

Setiap gurindam di atas memiliki makna yang mendalam dan dihargai oleh masyarakat Indonesia. Dari keindahan bahasanya hingga filosofi yang terkandung di dalamnya, gurindam menjadi bagian penting dari kekayaan budaya Indonesia.

Pengajaran dari Gurindam Terkenal

Gurindam dalam bahasa Indonesia merupakan salah satu karya sastra yang kaya akan makna, nilai-nilai moral, dan kebijaksanaan. Setiap gurindam menyampaikan pesan yang mendalam, sehingga menjadi bahan renungan dan pembelajaran. Berikut adalah beberapa pengajaran yang dapat dipetik dari gurindam terkenal:

    1. “Membuang sampah pada tempatnya, agar lingkungan tetap sehat dan nyaman.”

Pengajaran ini terdapat dalam gurindam yang mengajarkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, di mana setiap orang harus bertanggung jawab untuk membuang sampah pada tempatnya. Dengan menjaga kebersihan lingkungan, kita dapat mencegah penyebaran penyakit dan menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman.

    1. “Mulutmu harimaumu.”

Pengajaran ini dapat dipetik dari gurindam yang mengajarkan pentingnya menjaga ucapan dan bahasa agar tidak menyakiti orang lain. Apa yang kita katakan akan berdampak pada diri kita sendiri, sehingga kita harus hati-hati dalam memilih kata-kata yang keluar dari mulut.

    1. “Sedia payung sebelum hujan.”

Pengajaran ini terdapat dalam gurindam yang mengajarkan pentingnya persiapan dalam menghadapi masa depan. Kita harus selalu siap menghadapi segala situasi yang mungkin terjadi, sehingga tidak terjebak dalam keadaan sulit dan terpaksa menyesal di kemudian hari.

    1. “Bagaikan pinang di belah dua.”

Pengajaran ini dapat dipetik dari gurindam yang mengajarkan arti sebuah persahabatan yang sejati. Seperti pinang yang di belah dua, persahabatan yang baik tidak dapat dipisahkan oleh apapun, dan selalu saling mendukung dan memperkuat satu sama lain.

Maka, pengajaran dari gurindam tidak hanya sekadar kata-kata indah, namun sarat dengan makna dan pesan akan pentingnya moral dan kepribadian yang baik. Kita dapat belajar banyak dari gurindam, sehingga kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan bijaksana.

Penulis Gurindam dengan Baik dan Benar

Menulis gurindam yang efektif dan bermakna bukanlah tugas yang mudah. Diperlukan kemampuan untuk menggabungkan kata-kata dengan baik, mengikuti struktur yang benar, dan memiliki kreativitas yang tinggi untuk menghasilkan gurindam yang menarik. Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu Anda menulis gurindam yang baik dan benar.

1. Kuasai Bahasa Indonesia dengan Baik

Sebelum mulai menulis gurindam, pastikan jika Anda memiliki penguasaan yang baik terhadap Bahasa Indonesia, termasuk kosakata, tata bahasa, dan ejaan. Hal ini penting agar gurindam yang Anda tulis mudah dimengerti oleh pembaca dan tidak keliru dalam penafsiran kata-kata.

2. Pahami Struktur Gurindam

Gurindam biasanya terdiri dari dua bait, dengan setiap bait terdiri dari beberapa baris. Setiap bait memiliki irama dan rima yang sama. Ingatlah selalu bahwa gurindam adalah puisi, sehingga struktur dan pola harus diperhatikan dengan baik.

3. Gunakan Kreativitas Anda

Gurindam haruslah bermakna dan menarik bagi pembaca. Untuk menarik perhatian pembaca, gunakan kreativitas Anda dalam memilih kata-kata dan menggambarkan situasi atau konsep yang ingin Anda sampaikan. Gunakan metafora dan simbol-simbol lain yang tepat untuk menggambarkan makna yang ingin Anda sampaikan.

4. Perhatikan Moral dan Nilai yang Ingin Disampaikan

Gurindam sering kali menggambarkan moral, etika, dan nilai-nilai yang ingin disampaikan pengarang. Pastikan jika gurindam Anda memiliki pesan moral yang jelas dan dapat diambil hikmahnya. Hal ini akan membuat gurindam Anda lebih bermakna dan meninggalkan kesan yang baik pada pembaca.

5. Ajukan Pertanyaan pada Diri Anda Sendiri

Coba ajukan pertanyaan-pertanyaan pada diri Anda sendiri untuk memastikan pesan atau makna yang ingin Anda sampaikan dalam gurindam sudah tercapai atau belum. Hal ini juga akan membantu Anda mengevaluasi apakah gurindam yang Anda tulis dapat dengan mudah dipahami dan memiliki pesan yang jelas.

Dengan memperhatikan hal-hal di atas, Anda dapat menulis gurindam dengan baik dan benar. Ingatlah selalu bahwa gurindam bukan hanya puisi biasa, namun memiliki makna yang mendalam dan nilai-nilai yang penting untuk disampaikan kepada pembaca. Dengan menulis gurindam yang efektif, Anda dapat membantu memperkaya seni sastra Indonesia dan memperkenalkannya kepada dunia.

Originally posted 2023-10-06 09:00:03.

Leave a Comment