Contoh Kalimat Nominal: Pengertian & Cara Membuatnya dengan Mudah

Saat belajar bahasa Indonesia, kita pasti sering mendengar istilah kalimat nominal. Contoh Kalimat Nominal adalah jenis kalimat yang terdiri dari kata benda atau frasa benda yang berperan sebagai subjek kalimat. Bentuk kalimat ini sangat penting untuk dipahami karena menjadi dasar pembentukan kalimat dalam bahasa Indonesia.

Secara sederhana, kalimat nominal dapat dibuat dengan cara menyatakan kata benda atau frasa benda sebagai subjek kalimat. Contohnya, “Buku ini berwarna biru.” Kata “buku” dalam kalimat ini adalah subjek kalimat dan merupakan sebuah benda. Oleh karena itu, kalimat tersebut adalah sebuah kalimat nominal.

Dalam pembuatan kalimat nominal, terdapat berbagai hal yang perlu diperhatikan seperti jenis kalimat nominal, ciri-ciri kalimat nominal, dan struktur kalimat nominal itu sendiri. Mari kita bahas lebih lanjut tentang hal-hal tersebut.

Key Takeaways:

  • Kalimat nominal adalah jenis kalimat yang terdiri dari kata benda atau frasa benda yang menjadi subjek kalimat.
  • Kalimat nominal sangat penting untuk dipahami karena menjadi dasar pembentukan kalimat dalam bahasa Indonesia.
  • Kalimat nominal dapat dibuat dengan cara menyatakan kata benda atau frasa benda sebagai subjek kalimat.

Jenis Kalimat Nominal

Di bahasa Indonesia, terdapat beberapa jenis kalimat nominal yang harus dipahami dengan baik. Berikut adalah penjelasan singkat mengenai masing-masing jenis kalimat nominal:

Kalimat Nominal Sederhana

Kalimat nominal sederhana merupakan kalimat yang terdiri dari satu kata benda sebagai subjek dan kata sifat sebagai predikat. Contohnya adalah “Bunga indah.” Subjek dalam kalimat ini adalah “bunga”, sedangkan predikatnya adalah “indah”.

Kalimat Nominal Bertingkat

Kalimat nominal bertingkat atau kompleks terdiri dari dua atau lebih klausa nominal yang saling berhubungan. Klausa pertama menjadi subjek atau objek dari klausa kedua, dan demikian seterusnya. Contoh kalimat nominal bertingkat adalah “Ibu membeli baju yang baru.” Klausa pertama adalah “ibu membeli baju” dan klausa kedua adalah “baju yang baru”.

Kalimat Nominal Frase

Kalimat nominal frase terdiri dari satu atau lebih frasa yang berfungsi sebagai subjek. Contoh kalimat nominal frase adalah “Makan siang di restoran mahal baik untuk kesehatan.” Frasa “makan siang di restoran mahal” menjadi subjek dalam kalimat ini.

Dalam bahasa Indonesia, kita juga bisa membuat kalimat nominal dengan menggunakan kata ganti sebagai subjek. Contohnya adalah “Dia adalah guru yang baik” atau “Mereka adalah siswa yang rajin”.

Ciri-Ciri Kalimat Nominal

Kalimat nominal memiliki ciri-ciri khusus yang membedakannya dari jenis kalimat lainnya. Berikut adalah ciri-ciri kalimat nominal:

Ciri-ciri Kalimat NominalContoh
Subjek pada kalimat nominal selalu berupa frasa nomina atau kata bendaKeputusan pemerintah sulit untuk dipahami.
Predikat pada kalimat nominal selalu berupa frasa nominal atau kata benda tanpa ada unsur kata kerjaSekolah itu adalah sekolah favorit di kota ini.
Kalimat nominal tidak memiliki objekKembang kol merupakan sayuran yang sehat.
Kalimat nominal dapat memiliki keterangan, namun keterangan tersebut bukanlah keterangan waktu, tempat, atau caraDengan tekun belajar, kamu pasti bisa meraih prestasi yang gemilang.
Kalimat nominal dapat memiliki pelengkap yang berupa adjektiva atau frasa adjektivaRumah itu sangat besar dan terlihat indah.

Struktur Kalimat Nominal

Kalimat nominal umumnya terdiri dari dua unsur, yaitu subyek dan predikat nominal. Subyek adalah subjek kalimat yang dibicarakan, sedangkan predikat nominal adalah kata benda atau frasa benda yang berfungsi sebagai predikat kalimat. Contohnya, “Anak itu dokter” adalah kalimat nominal yang terdiri dari subyek “anak itu” dan predikat nominal “dokter”.

Sekilas, kalimat nominal terlihat seperti kalimat verbal, namun perbedaannya terletak pada predikatnya. Predikat kalimat nominal selalu berupa kata benda atau frasa benda, sedangkan predikat kalimat verbal dapat berupa kata kerja atau kata kerja bantu.

Contoh Kalimat Nominal Sederhana

Berikut adalah beberapa contoh kalimat nominal sederhana yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari:

No.KalimatArti
1.Saya seorang guru.Saya memiliki profesi sebagai guru.
2.Bunga itu mawar.Bunga itu merupakan jenis mawar.
3.Ini buku pelajaran.Ini adalah buku yang digunakan untuk pelajaran.

Dalam contoh kalimat nominal di atas, terdapat kata benda di awal kalimat yang menunjukkan subjek atau objek dari kalimat.

Contoh kalimat nominal sederhana lainnya:

  • Kucing itu hewan peliharaan. (subjek + predikat + objek)
  • Pengetahuan adalah kekuatan. (subjek + predikat)
  • Kamu anak kecil. (subjek + predikat + objek)

Dalam kalimat-kalimat tersebut, terlihat bahwa subjek kalimat selalu berupa kata benda dan diikuti oleh predikat atau objek yang juga berupa kata benda.

Contoh Kalimat Nominal Negatif

Kalimat nominal negatif adalah kalimat nominal yang menggunakan kata “tidak” untuk menegasi maknanya. Kata “tidak” biasanya diletakkan sebelum kata benda atau kata sifat dalam kalimat nominal.

Berikut contoh kalimat nominal negatif:

1. Tidak ada yang datang ke pesta ulang tahun saya.

Kalimat ini menggunakan kata benda “tidak ada” untuk menunjukkan ketiadaan seseorang yang datang ke pesta ulang tahun. Kata “yang datang” adalah frasa nominal, sedangkan “ke pesta ulang tahun saya” adalah frasa preposisional yang berfungsi sebagai keterangan tempat.

2. Saya tidak mau makan ayam goreng hari ini.

Kalimat ini menggunakan kata sifat “tidak” untuk menegasi makna kata kerja “mau”. “Mau” dalam kalimat ini digunakan dengan arti “ingin”.

Dalam kalimat nominal negatif, penekanan diletakkan pada kata “tidak”. Oleh karena itu, kata “tidak” harus diletakkan dengan benar agar makna kalimat tidak salah.

Originally posted 2023-08-17 09:00:08.

Leave a Comment