Berikut Contoh Kosakata yang Baku Kecuali, Pelajari Selengkapnya!

Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi Indonesia dan menjadi bahasa pengantar dalam berbagai aktivitas di Indonesia. Oleh karena itu, penting untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, terutama dalam komunikasi formal dan profesional.

Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan bahasa Indonesia adalah penggunaan kosakata baku. Penggunaan kosakata baku membantu memastikan kesesuaian dan konsistensi bahasa yang digunakan dalam komunikasi sehari-hari. Berikut Contoh Kosakata yang Baku Kecuali :

Key Takeaways:

  • Ketika berbicara atau menulis dalam bahasa Indonesia, penting untuk menggunakan kosakata baku.
  • Penggunaan kosakata baku membantu memastikan kesesuaian dan konsistensi bahasa yang digunakan dalam komunikasi sehari-hari.

Pengertian Kosakata Baku dan Non-Baku

Bahasa Indonesia memiliki dua jenis kosakata, yaitu kosakata baku dan non-baku. Kosakata baku atau standar adalah kosakata yang telah diakui keberadaannya oleh lembaga resmi bahasa Indonesia, yaitu Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Sedangkan kosakata non-baku adalah kosakata yang tidak diakui keberadaannya oleh lembaga resmi bahasa Indonesia.

Menggunakan kosakata baku sangat penting untuk memastikan kesesuaian dan kebenaran penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Dengan menggunakan kosakata baku, orang dapat memperjelas maksud dan menghindari kesalahpahaman dalam berkomunikasi. Selain itu, penggunaan kosakata baku juga dapat memberikan kesan profesional dalam berbicara atau menulis.

Pentingnya Menggunakan Kosakata Baku

Bahasa Indonesia adalah bahasa yang memiliki kosakata baku dan non-baku. Penggunaan kosakata yang benar dan baku adalah penting dalam berkomunikasi agar pesan dapat tersampaikan dengan jelas dan mudah dipahami oleh lawan bicara. Selain itu, penggunaan kosakata baku juga dapat menunjukkan profesionalisme dan kecerdasan seseorang dalam menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Ketika kita menggunakan bahasa Indonesia dengan kosakata baku, kita dapat memastikan bahwa pesan yang ingin disampaikan akan dipahami dengan benar oleh lawan bicara. Selain itu, penggunaan kosakata baku juga memperlihatkan bahwa kita menghargai bahasa sebagai salah satu aspek penting dari kebudayaan nasional kita.

Hal ini menjadi semakin penting ketika berkomunikasi dalam lingkungan yang lebih formal, seperti dalam surat resmi, laporan, presentasi, atau wawancara kerja. Penggunaan kosakata baku dalam situasi ini adalah penting untuk menciptakan kesan profesional yang positif dan menunjukkan kemampuan komunikasi yang baik.

Untuk itu, penting bagi kita untuk selalu memperhatikan penggunaan kosakata baku dalam berkomunikasi. Dalam banyak kasus, penggunaan kosakata non-baku dapat mengganggu alur pesan dan menimbulkan kesalahpahaman dalam komunikasi. Oleh karena itu, jika kita ingin menjadi komunikator yang efektif dan profesional, kita harus selalu memperhatikan penggunaan kosakata baku dalam berkomunikasi.

Contoh Kosakata Baku yang Harus Diketahui

Berikut ini adalah beberapa contoh kosakata baku yang penting diketahui dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar:

Kata BakuKata Non-BakuPenjelasan
mengapakenapaKata “mengapa” digunakan dalam pertanyaan formal atau resmi, sedangkan “kenapa” digunakan dalam percakapan sehari-hari.
banyakbanyak sekaliKata “banyak” sudah cukup untuk menyatakan jumlah barang atau orang yang banyak. Penggunaan kata “sekali” tidak perlu dan dianggap kurang baku.
kepadake padaKata “kepada” digunakan dalam kalimat yang mengindikasikan arah atau pembagian sesuatu, sementara “ke pada” tidak memiliki arti yang jelas.
bagibuatKata “bagi” digunakan untuk membagi sesuatu ke beberapa pihak, sedangkan “buat” digunakan untuk membuat atau menciptakan sesuatu.

Ingatlah bahwa penggunaan kosakata baku sangat penting dalam menyusun kalimat yang jelas, efektif, dan profesional. Gunakan kosakata baku sebanyak mungkin untuk menghindari kesalahan dalam berkomunikasi.

Contoh Kosakata Non-Baku yang Perlu Dihindari

Saat menggunakan bahasa Indonesia dalam situasi formal atau profesional, ada sejumlah kosakata non-baku yang sebaiknya dihindari. Hal ini disebabkan karena penggunaan kosakata non-baku dapat mempengaruhi kesan yang diberikan pada lawan bicara, baik dalam hal kredibilitas atau pun keberhasilan komunikasi.

Berikut adalah beberapa contoh kosakata non-baku yang sebaiknya dihindari:

Kosakata Non-BakuKosakata Baku yang Tepat
NgomonginMembicarakan
NgebahasMembahas
NyokapIbu
UdahSudah

Kosakata non-baku seperti di atas biasanya digunakan dalam percakapan sehari-hari di antara teman sebaya, tetapi sebaiknya tidak digunakan dalam komunikasi resmi atau profesional.

Sebagai gantinya, gunakanlah kosakata baku yang tepat dan sesuai dengan konteks komunikasi. Hal ini akan meningkatkan kesan profesionalitas dan keahlian bahasa Indonesia Anda.

Pedoman Menggunakan Kosakata Baku dengan Benar

Untuk menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar, penting bagi kita untuk memahami dan menggunakan kosakata baku secara tepat. Berikut ini adalah beberapa pedoman penting yang dapat membantu kita menggunakan kosakata baku dengan benar:

1. Pelajari Kosakata Baku yang Sering Digunakan

Pelajari dan pahami kosakata baku yang sering digunakan dalam bahasa Indonesia seperti kata ganti, kata kerja, kata benda, dan kata keterangan. Sebagai contoh, beberapa kosakata baku yang harus kita ketahui adalah “saya”, “kamu”, “dia”, “mendapat”, “mendengar”, “sepak bola”, “pagi”, “malam”, dan sebagainya.

2. Hindari Penggunaan Kosakata Non-Baku

Jangan gunakan kosakata non-baku dalam situasi formal atau profesional. Contoh kosakata non-baku yang harus dihindari adalah “gue”, “lu”, “mencret”, “bacot”, “candaan”, dan sebagainya. Gunakanlah kosakata baku yang sesuai dan tepat untuk menghindari kesalahan dalam penggunaan bahasa Indonesia.

3. Gunakan Kosakata Baku dengan Konsisten

Pastikan untuk menggunakan kosakata baku dengan konsisten, terutama ketika berbicara dengan orang yang lebih tua atau dalam situasi formal. Konsistensi dalam penggunaan bahasa Indonesia membantu kita terlihat lebih profesional dan meyakinkan dalam berkomunikasi.

4. Periksa Ejaan dan Tanda Baca

Selalu periksa kembali ejaan dan tanda baca dalam tulisan atau ucapan kita. Kesalahan dalam penggunaan tanda baca atau ejaan dapat membuat bahasa Indonesia kita menjadi tidak jelas atau meragukan.

5. Terus Belajar dan Mengasah Kemampuan Bahasa Indonesia

Akhirnya, selalu belajar dan mengasah kemampuan bahasa Indonesia kita. Terus membaca buku dan artikel dalam bahasa Indonesia, mendengarkan lagu atau menonton film dalam bahasa Indonesia, serta berinteraksi dengan orang yang berbicara dalam bahasa Indonesia dapat membantu meningkatkan kemampuan bahasa kita.

Dengan memahami dan menggunakan kosakata baku dengan benar, kita dapat berkomunikasi dengan lebih efektif dan profesional dalam bahasa Indonesia.

Originally posted 2023-08-29 09:00:22.

Leave a Comment