Berikan Lima Contoh Kalimat Langsung dan Tidak Langsung: Panduan Lengkap

Anda pasti sudah sering mendengar istilah “kalimat langsung” dan “kalimat tidak langsung”. Tapi, apa sebenarnya arti dari kedua istilah tersebut? Apa perbedaan antara kalimat langsung dan tidak langsung? Bagaimana cara membuat keduanya? Mari kita bahas Contoh Kalimat Langsung dan Tidak Langsung di sini.

Key Takeaways:

  • Kalimat langsung adalah kalimat yang mengutip langsung perkataan seseorang.
  • Kalimat tidak langsung adalah kalimat yang tidak mengutip langsung perkataan seseorang, melainkan menyampaikan makna atau informasi yang sama.
  • Ada beberapa perbedaan antara kalimat langsung dan tidak langsung, termasuk dalam hal susunan kata dan tanda baca.
  • Cara membuat kalimat langsung dan tidak langsung cukup mudah, dengan memperhatikan aturan susunan kata dan tanda baca yang tepat.
  • Contoh kalimat langsung dan tidak langsung dapat membantu Anda memahami lebih lanjut tentang kedua istilah ini.

Apa Itu Kalimat Langsung dan Tidak Langsung?

Kalimat adalah rangkaian kata yang membentuk suatu pikiran atau pernyataan. Ada dua jenis kalimat dalam bahasa Indonesia yaitu kalimat langsung dan tidak langsung. Apa itu kalimat langsung dan tidak langsung?

Kalimat langsung adalah kalimat yang mengutip langsung ucapan seseorang atau kata-kata yang disampaikan. Kalimat langsung ditandai dengan tanda kutip (“…”), dan diikuti oleh klausa pengantar seperti “kata”, “ucap”, atau “berkata”. Contohnya:

  1. “Saya senang belajar bahasa Indonesia”, kata Ana.
  2. “Jangan lupa untuk mengirimkan undangan kepadanya”, ucap Rina.
  3. “Apakah kamu sudah makan siang?” tanya ibu.

Sedangkan kalimat tidak langsung adalah kalimat yang menyampaikan pidato atau pernyataan seseorang tanpa mengutip langsung kata-katanya. Kalimat tidak langsung ditandai dengan tidak adanya tanda kutip dan klausa pengantar. Contohnya:

  1. Ana mengatakan bahwa dia senang belajar bahasa Indonesia.
  2. Rina mengingatkan untuk mengirimkan undangan kepadanya.
  3. Ibu bertanya apakah kamu sudah makan siang.

Kalimat langsung dan tidak langsung biasanya digunakan dalam pelaporan pidato atau wawancara, atau ketika menyampaikan informasi tentang perkataan orang lain.

Perbedaan Kalimat Langsung dan Tidak Langsung

Perbedaan antara Contoh Kalimat Langsung dan Tidak Langsung terletak pada penggunaan tanda baca dan kata ganti orang dalam kalimat tersebut. Kalimat langsung merupakan kalimat yang langsung mengutip ucapan seseorang dan menggunakan tanda kutip (“…”), sedangkan kalimat tidak langsung merupakan kalimat yang menyampaikan suatu informasi tanpa menggunakan kata langsung dari siapa informasi tersebut berasal.

Contohnya, kalimat langsung:

“Saya sedang makan siang,” kata Budi.

Sedangkan kalimat tidak langsung:

Budi mengatakan bahwa ia sedang makan siang.

Dalam kalimat langsung, subjek kalimat adalah orang yang mengucapkan kata-kata tersebut, seperti dalam contoh kalimat di atas, subjeknya adalah Budi. Sedangkan dalam kalimat tidak langsung, subjek kalimatnya bukan lagi orang yang mengucapkan kata-kata tersebut, melainkan orang yang menerima informasi dari orang tersebut, yaitu “ia” atau “Budi”.

Penekanan pada suatu kalimat dapat lebih jelas pada kalimat langsung karena langsung mengutip ucapan seseorang. Sedangkan pada kalimat tidak langsung, penekanan pada suatu kalimat biasanya disampaikan melalui intonasi pembicara ketika menyampaikan informasi tersebut.

Dalam penggunaan tanda baca, kalimat langsung menggunakan tanda kutip (“…”), sedangkan kalimat tidak langsung tidak membutuhkan tanda kutip. Namun, dalam kalimat tidak langsung yang menggunakan kata kerja mengatakan, biasanya tanda kutip tetap digunakan pada bagian kalimat yang mengutip ucapan seseorang.

Cara Membuat Kalimat Langsung dan Tidak Langsung

Kalimat langsung dan tidak langsung dapat digunakan dalam penulisan bahasa Indonesia. Untuk membuat kalimat langsung, penulis dapat menulis langsung kata-kata yang diucapkan oleh seseorang. Sedangkan, untuk membuat kalimat tidak langsung, penulis harus merangkum kata-kata yang diucapkan oleh seseorang.

Cara Membuat Kalimat Langsung

Untuk membuat kalimat langsung, penulis perlu menuliskan kata-kata yang diucapkan secara langsung oleh seseorang. Umumnya, kalimat langsung diawali dengan tanda kutip (“) dan diakhiri dengan tanda baca seperti titik (.), tanda tanya (?), atau tanda seru (!). Sebagai contoh:

“Saya lapar,” ujar Ayu.

Dalam kalimat di atas, Ayu mengucapkan langsung kalimat “Saya lapar.” Penulis menuliskan kalimat tersebut dalam tanda kutip dan diikuti dengan ucapan Ayu.

Cara Membuat Kalimat Tidak Langsung

Untuk membuat kalimat tidak langsung, penulis harus merangkum kata-kata yang diucapkan oleh seseorang. Biasanya kalimat tidak langsung tidak diawali dengan tanda kutip dan mengambil kata ganti orang ketiga seperti “dia”, “mereka”, atau “mereka semua”. Sebagai contoh:

Ayu mengatakan bahwa dia lapar.

Dalam kalimat di atas, penulis merangkum kalimat yang diucapkan oleh Ayu ke dalam kalimat tidak langsung dengan menggunakan kata ganti “dia” dan kata kerja “mengatakan bahwa”.

Sebagai catatan, terkadang kalimat tidak langsung dapat ditulis tanpa menggunakan kata ganti orang ketiga, namun tetap merangkum kata-kata yang diucapkan oleh seseorang. Contoh:

Ayu mengatakan bahwa dia merasa lapar.

Dalam kalimat di atas, penulis merangkum kalimat yang diucapkan oleh Ayu ke dalam kalimat tidak langsung tanpa menggunakan kata ganti orang ketiga dengan menambahkan kata kerja “merasa”.

Dalam penulisan bahasa Indonesia, penulis dapat menggunakan kalimat langsung dan tidak langsung sesuai dengan kebutuhan. Dengan memahami cara membuat kalimat langsung dan tidak langsung, penulis dapat menyampaikan pesan atau ucapan seseorang dengan jelas dan tepat.

Contoh Kalimat Langsung dan Tidak Langsung Beserta Artinya

Berikut ini adalah lima contoh kalimat langsung beserta artinya:

  1. Saya sedang makan di rumah. (Artinya: I am eating at home.)
  2. Aku sedang membaca buku. (Artinya: I am reading a book.)
  3. Kamu akan pergi ke mana besok? (Artinya: Where will you go tomorrow?)
  4. Dia berkata, “Aku tidak bisa datang ke pesta itu.” (Artinya: He said, “I cannot come to the party.”)
  5. Ana sudah menyelesaikan pekerjaannya. (Artinya: Ana has finished her work.)

Berikut ini adalah lima contoh kalimat tidak langsung beserta artinya:

  1. Saya mengatakan bahwa saya sedang makan di rumah. (Artinya: I said that I was eating at home.)
  2. Aku berkata bahwa aku sedang membaca buku. (Artinya: I said that I was reading a book.)
  3. Kamu bertanya kepadaku di mana aku akan pergi besok. (Artinya: You asked me where I would go tomorrow.)
  4. Dia mengatakan bahwa dia tidak bisa datang ke pesta itu. (Artinya: He said that he could not come to the party.)
  5. Ana mengatakan bahwa dia sudah menyelesaikan pekerjaannya. (Artinya: Ana said that she had finished her work.)

Originally posted 2023-10-03 11:00:10.

Leave a Comment